Bandar Tak Selalu Terlibat dalam Match Fixing

Bandar Tak Selalu Terlibat dalam Match Fixing



(29 /11/ 2018) Praktik match fixing di sepak bola Indonesia tak selamanya tersangkut dengan bandar judi. Kerap kali tindakan pengaturan skor ini dilakukan hanya untuk meraih hasil yang diinginkan pada kompetisi. Salah seorang petinggi klub di Indonesia pernah menyebut timnya diminta untuk mengalah dalam sebuah pertandingan tandang mereka. Ungkap pria asal Jawa Timur, adalah official tim lawan, yang juga kebetulan pejabat di daerah setempat. 
Dikutip dari bola.net , "Kebetulan waktu itu, yang bersangkutan hendak maju dalam pemilihan kepala daerah. Ia terang-terangan meminta agar kami mengalah pada pertandingan tersebut," ujar pria yang tak mau identitasnya disebutkan pada Bola.net beberapa waktu lalu."Tentu saja, kami tidak mau. Buat apa kami jauh-jauh menjalani pertandingan tandang kalau hanya untuk kalah," tegasnya.

Gagal menekan tim lawan tak membuat tim tuan rumah mengendurkan tekanannya. Giliran wasit yang jadi sasarannya. "Wasit datang ke hotel kami dan terang-terangan mengatakan mendapat perintah untuk memenangkan tuan rumah. Mereka mengaku dapat ancaman keselamatan. Kami tak bisa apa-apa. Namun, kami katakan pada wasit bahwa kami tetap akan tampil fight, meski pada akhirnya kami kalah. Pemain lawan offside dilepas saja oleh hakim garis. Ini sudah kerap terjadi,"ungkapnya. 

Mantan jurnalis media besar di Indonesia ini juga pernah dimintai tolong oleh salah satu petinggi klub untuk turut mengkondisikan laga timnya, yang waktu itu terancam degradasi. Ia menyebut, untuk urusan tersebut,dengan menemui salah seorang agen pemain, yang memang dikenal lihai mengatur urusan nonteknis seperti itu.
"Waktu itu, untuk memastikan, saya datang langsung ke Solo, dan sesuai janji, tim kami menang dan lolos degradasi," sumber yang juga tak mau namanya disebut ini mengenang kejadian pada awal tahun 2000-an tersebut. 

Pengalaman berbeda diungkapkan salah satu pengurus harian klub kasta tertinggi di kompetisi Indonesia. Dikutip dari bola.net, sumber ini mengaku justru sempat mendapat tawaran dari salah seorang pengurus tim lawan untuk bisa memenangi pertandingan. Syaratnya, tim sumber bola.net menyiapkan 'upeti' senilai beberapa ratus juta. Upeti bakal dipakai melunasi tunggakan gaji tim lawan.

Jadi memang tak selamanya match fixing melibatkan para mafia atau para bandar ikut terlibat di dalamnya tetapi urusan urusan non teknis juga senantiasa menjadi salah satu penyebab match fixing itu bisa terjadi.

Sumber : bola.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Khas Cimahi

Lagu ‘Fake Optics’ Membuat Kita Agar Tetap Menjadi Diri Sendiri & Tanpa Kepalsuan

Perkenalan