George Bush 'Senior' Meninggal Dunia

George Bush 'Senior' Meninggal Dunia



( 1 / 12 / 2018 ) Mantan Presiden Amerika Serikat ke - 41,George Herebert Walker Bush atau yang dikenal sebagai Bush senior meninggal dunia pada usia 94 tahun di Huston Texas,AS,Jumat malam (30 / 11).  Kabar duka tersebut disampaikan oleh juru bicara Bush senior,Jim McGrath. 


Bush Senior lahir di Milton, Massachusetts pada 12 Juni 1924. Ia merupakan putra dari pasangan senator Prescott Sheldon Bush dan Dorothy Walker Bush. Bush Senoir menjabat sebagai orang nomor satu di AS pada 1989-1993. Sebelum menjabat sebagai presiden, Bush menduduki posisi sebagai Wakil Presiden AS ke-43 mendampingi Presiden Ronald Reagan. 

Selama masa hidupnya, Bush Senior telah banyak berkecimpung di dunia politik AS. Karir politiknya antara lain; anggota Kongres dari Texas (1967-1971), Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB (1971-1973), Ketua Pimpinan Nasional Partai Republik (1973-1974), Kepala Kantor Penghubung Amerika Serikat untuk Republik Rakyat Tiongkok (1974-1976), dan Direktur CIA (1976-1977). 

Bush Senior adalah ayah dari presiden Amerika Serikat ke-43, George Walker Bush, dan Gubernur Florida, Jeb Bush.



George H.W. bush lahir di Milton, Massachusetts,Dia pun terkenal karena pernah memerintahkan militer AS mengusir tentara Irak dari Kuwait.

Sebelumnya,sang istri, Barbara Bush, berpulang pada 17 April 2018. Tak lama setelah istrinya wafat, Bush pun dirawat karena infeksi. Kondisi fisiknya yang rapuh kian menurun sejak itu. Dia juga sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit. 

Lahir di Massachusetts pada 1924 silam, Bush berasal dari keluarga berada. Darah politiknya mengalir dari sang ayah, Prescott Bush, seorang pengusaha yang terjun ke pemerintahan dengan menjadi seorang senator dari Connecticut.

Menikahi Barbara pada 1945, Bush memiliki enam anak yakni Presiden AS ke-43 George, Robin, John yang lebih dikenal dengan sapaan Jeb, Neil, Marvin, serta Dorothy.



Selama menjabat di Gedung Putih, George HW Bush dikenal sebagai presiden yang sukses dengan politik luar negerinya, namun tak begitu cemerlang menyelesaikan masalah di dalam negeri. Setelah menjadi wakil presiden selama dua periode menemani Presiden Ronald Reagan, Bush menjalankan pemerintahan AS dengan hati-hati. Selama masa transisi, politikus Partai Republik itu tak mencetus kebijakan signifikan maupun membawa perubahan radikal dalam negara.



Di luar negeri, mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu menghadapi perubahan politik global yang dramatis menyusul berakhirnya Perang Dingin dan keruntuhan Uni Soviet. Selama periode 1989-1993, Bush menerapkan sejumlah kebijakan luar negeri yang didominasi pendekatan militer.  Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu juga pernah mengerahkan pasukan ke Panama demi menggulingkan rezim Manuel Noriega, yang dianggap korupsi dan mengancam warga AS di negara Amerika Tengah. Noriega pun diadili di AS atas dakwaan perdagangan narkoba.

Ujian terbesar Bush di luar negeri datang ketika Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, menyerang Kuwait dan mengancam akan melakukan hal yang sama terhadap Arab Saudi -sekutu AS di kawasan.

Bush mengirim sedikitnya 425 ribu tentara ke Kuwait demi membendung Irak dibantu sekitar 118 ribu pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sekutu.

Kesuksesan AS di luar negeri nampaknya tak membuat Bush digemari oleh publiknya sendiri. Ia banyak dikritik karena tak mampu menghindari Negeri Paman Sam dari krisis ekonomi 1990. Di dalam negeri, Bush menghadapi sejumlah tantangan seperti defisit perdagangan yang besar, pendapatan pemerintah federal yang terbatas, dan kongres yang didominasi oleh Partai Demokrat.
Bush dikritik tidak memiliki visi jangka panjang dan tak bisa mengkomunikasikan pendekatannya secara efektif kepada publik. 

Sebagian besar pemilih AS bahkan menganggap Bush tak begitu peduli dengan masalah domestik ketimbang politik luar negeri. Bush pun gagal mempertahankan keyakinan publik terhadapnya dengan hanya sanggup bertahan selama satu periode setelah kalah dari Bill Clinton dalam pemilihan umum 1992.

Para pesohor kenamaan Amerika Serikat hingga Presiden Amerika Serikat sekarang,Donald Trump pun mengungkapkan rasa bela sungkawa terhadap meninggalnya mantan Presiden Amerika Serikat ke - 41,George H.W. Bush.




Sepanjang tahun ini saja, Bush sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit, terutama setelah kepergian sang istri, Barbara pada 17 April lalu. Namun beberapa tahun belakangan, Bush memang sudah menderita beberapa masalah kesehatan, termasuk Parkinson.

 Dalam beberapa jam terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, Bush sempat ditawarkan untuk ke rumah sakit, namun ia menolaknya. Bush malah mengatakan bahwa ia sudah siap pergi untuk bersama kembali dengan Barbara, istrinya selama 73 tahun, dan mendiang anak perempuan mereka Robin, yang meninggal karena leukemia ketika masih kecil. Bush pun meninggal pada Jumat malam (30/11) di rumahnya di Houston, dikelilingi oleh keluarganya, termasuk putranya Neil Bush dan istrinya Maria, sahabatnya mantan Menteri Luar Negeri AS James Baker, dan cucunya Pierce Bush.

Jasad mendiang George HW Bush akan disemayamkan di US Capitol,Washington DC. Jasadnya akan berada di US Capitol dari hari Senin (3/12) hingga Rabu (5/12). Di sana masyarakat bisa memberikan penghormatan yang terakhir pada presiden ke - 41 Amerika Serikat tersebut.

Dikutip dari BBC,jasad George HW Bush kemudian akan dikebumikan di perpustakaan kepresidenan yang berada di Texas,yang merupakan tempat peristirahatan terakhir mendiang istrinya,Barbara Rush pada bulan April lalu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Khas Cimahi

Lagu ‘Fake Optics’ Membuat Kita Agar Tetap Menjadi Diri Sendiri & Tanpa Kepalsuan

Perkenalan