George Bush 'Senior' Meninggal Dunia
George Bush 'Senior' Meninggal Dunia
( 1 / 12 / 2018 ) Mantan Presiden Amerika Serikat ke - 41,George Herebert Walker Bush atau yang dikenal sebagai Bush senior meninggal dunia pada usia 94 tahun di Huston Texas,AS,Jumat malam (30 / 11). Kabar duka tersebut disampaikan oleh juru bicara Bush senior,Jim McGrath.
Bush
Senior lahir di Milton, Massachusetts pada 12 Juni 1924. Ia merupakan putra
dari pasangan senator Prescott Sheldon Bush dan Dorothy Walker Bush. Bush Senoir menjabat sebagai orang nomor satu di AS pada 1989-1993. Sebelum
menjabat sebagai presiden, Bush menduduki posisi sebagai Wakil Presiden AS ke-43
mendampingi Presiden Ronald Reagan.
Bush Senior adalah ayah dari presiden Amerika Serikat ke-43,
George Walker Bush, dan Gubernur Florida, Jeb Bush.
George H.W. bush lahir di Milton, Massachusetts,Dia pun terkenal karena pernah
memerintahkan militer AS mengusir tentara Irak dari Kuwait.
Sebelumnya,sang
istri, Barbara Bush, berpulang pada 17 April 2018. Tak lama setelah istrinya
wafat, Bush pun dirawat karena infeksi. Kondisi fisiknya yang rapuh kian
menurun sejak itu. Dia juga sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit.
Lahir
di Massachusetts pada 1924 silam, Bush berasal dari keluarga berada. Darah
politiknya mengalir dari sang ayah, Prescott Bush, seorang pengusaha yang
terjun ke pemerintahan dengan menjadi seorang senator dari Connecticut.
Menikahi
Barbara pada 1945, Bush memiliki enam anak yakni Presiden AS ke-43 George,
Robin, John yang lebih dikenal dengan sapaan Jeb, Neil, Marvin, serta Dorothy.
Selama
menjabat di Gedung Putih, George HW Bush dikenal sebagai presiden yang sukses
dengan politik luar negerinya, namun tak begitu cemerlang menyelesaikan masalah
di dalam negeri. Setelah menjadi wakil presiden selama dua periode menemani
Presiden Ronald Reagan, Bush menjalankan pemerintahan AS dengan hati-hati.
Selama masa transisi, politikus Partai Republik itu tak mencetus kebijakan
signifikan maupun membawa perubahan radikal dalam negara.
Di luar negeri, mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS
(CIA) itu menghadapi perubahan politik global yang dramatis menyusul
berakhirnya Perang Dingin dan keruntuhan Uni Soviet. Selama
periode 1989-1993, Bush menerapkan sejumlah kebijakan luar negeri yang
didominasi pendekatan militer. Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu juga pernah mengerahkan
pasukan ke Panama demi menggulingkan rezim Manuel Noriega, yang dianggap
korupsi dan mengancam warga AS di negara Amerika Tengah. Noriega pun diadili di
AS atas dakwaan perdagangan narkoba.
Ujian terbesar Bush di luar negeri datang ketika Presiden
Irak saat itu, Saddam Hussein, menyerang Kuwait dan mengancam akan melakukan
hal yang sama terhadap Arab Saudi -sekutu AS di kawasan.
Bush mengirim sedikitnya 425 ribu tentara ke Kuwait demi
membendung Irak dibantu sekitar 118 ribu pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) dan sekutu.
Kesuksesan
AS di luar negeri nampaknya tak membuat Bush digemari oleh publiknya sendiri.
Ia banyak dikritik karena tak mampu menghindari Negeri Paman Sam dari krisis
ekonomi 1990. Di dalam negeri, Bush menghadapi sejumlah tantangan seperti
defisit perdagangan yang besar, pendapatan pemerintah federal yang terbatas,
dan kongres yang didominasi oleh Partai Demokrat.
Bush dikritik tidak memiliki visi jangka panjang dan tak bisa mengkomunikasikan pendekatannya secara efektif kepada publik.
Bush dikritik tidak memiliki visi jangka panjang dan tak bisa mengkomunikasikan pendekatannya secara efektif kepada publik.
Sebagian besar pemilih AS bahkan menganggap Bush tak begitu
peduli dengan masalah domestik ketimbang politik luar negeri. Bush pun gagal mempertahankan keyakinan publik terhadapnya
dengan hanya sanggup bertahan selama satu periode setelah kalah dari Bill
Clinton dalam pemilihan umum 1992.
Para pesohor kenamaan Amerika Serikat hingga Presiden Amerika Serikat sekarang,Donald Trump pun mengungkapkan rasa bela sungkawa terhadap meninggalnya mantan Presiden Amerika Serikat ke - 41,George H.W. Bush.
Sepanjang
tahun ini saja, Bush sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit, terutama setelah
kepergian sang istri, Barbara pada 17 April lalu. Namun beberapa tahun belakangan,
Bush memang sudah menderita beberapa masalah kesehatan, termasuk Parkinson.
Dalam beberapa jam terakhir sebelum ia menghembuskan nafas
terakhirnya, Bush sempat ditawarkan untuk ke rumah sakit, namun ia menolaknya. Bush malah mengatakan bahwa ia sudah siap pergi untuk bersama
kembali dengan Barbara, istrinya selama 73 tahun, dan mendiang anak perempuan
mereka Robin, yang meninggal karena leukemia ketika masih kecil. Bush pun meninggal pada Jumat malam (30/11) di rumahnya di
Houston, dikelilingi oleh keluarganya, termasuk putranya Neil Bush dan istrinya
Maria, sahabatnya mantan Menteri Luar Negeri AS James Baker, dan cucunya
Pierce Bush.
Jasad mendiang George HW Bush akan disemayamkan di US Capitol,Washington DC. Jasadnya akan berada di US Capitol dari hari Senin (3/12) hingga Rabu (5/12). Di sana masyarakat bisa memberikan penghormatan yang terakhir pada presiden ke - 41 Amerika Serikat tersebut.
Dikutip dari BBC,jasad George HW Bush kemudian akan dikebumikan di perpustakaan kepresidenan yang berada di Texas,yang merupakan tempat peristirahatan terakhir mendiang istrinya,Barbara Rush pada bulan April lalu.
Jasad mendiang George HW Bush akan disemayamkan di US Capitol,Washington DC. Jasadnya akan berada di US Capitol dari hari Senin (3/12) hingga Rabu (5/12). Di sana masyarakat bisa memberikan penghormatan yang terakhir pada presiden ke - 41 Amerika Serikat tersebut.
Dikutip dari BBC,jasad George HW Bush kemudian akan dikebumikan di perpustakaan kepresidenan yang berada di Texas,yang merupakan tempat peristirahatan terakhir mendiang istrinya,Barbara Rush pada bulan April lalu.





Komentar
Posting Komentar