#Opiniku Tentang Reuni 212

Heyyy guys selamat pagi,siang,sore,atau malam buat yang lagi baca blog ku kali ini. Apa kabar semuanya? Apakah kalian sudah tebarkan senyuman di hari ini? hehe.
Kali ini aku bakal nulis pendapatku tentang aksi reuni 212 yang digelar tanggal 2 Desember 2018 lalu di Monas Jakarta,yang sekarang masih ramai diperbincangkan. Buat yang tidak sependapat atau ada yang merasa tersinggung dengan opiniku, aku mohon maaf karena ini hanya sebatas opini ku saja hehe.


Bagusnya Aksi Reuni 212



Di awal ini,aku ingin mengucapkan selamat kepada saudara saudara muslim ku yang sudah menghadiri acara reuni 212,karena acara reuni 212 merupakan acara yang luar biasa . Aku pun juga kagum sih sebenarnya dengan reuni 212 saat melihat gambar dan video nya dari berbagai media begitu ramai sekali diikuti oleh ribuan peserta yang ikut hadir sembari menambah erat tali silatutahmi antar umat muslim dari seluruh Indonesia. Acara nya sendiri terlihat begitu ramai, aman, tenteram, terkendali, & damai. Bahkan pihak dari gereja katedral pun memberikan sebagian lahan parkirnya untuk para peserta reuni  212 yang ingin memarkirkan kendaraannya.  Dan saat jemaat gereja katedral ingin melakukan ibadah juga,para peserta reuni 212 ini senantiasa memberikan jalan dengan senang hati kepada jemaat gereja katedral ingin melintasi jalan dan ingin melakukan ibadah juga ke gereja Katedral tersebut.  Gereja Katedral sendiri memang letaknya berdekatan dengan Masjid Istiqlal Jakarta yang juga digunakan saat acara reuni 212 lalu. Nah kalau begini kan indah ya guys saling menghargai hehe.

Kalau dilihat sudut pandang objektif, aksi reuni 212 merupakan acara yang sangat bagus karena disini bisa dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan seluruh umat muslim yang hadir dari seluruh daerah di Indonesia. Silaturahmi kan salah satu cara juga untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan dibukakan pintu rezeki nya,amiiiiiin. Dan buat yang sudah hadir di acara reuni 212 ini agar senantiasa menjaga spirit semangat 212 nya karena untuk memperjuangkan agama Islam,kita yang belum berkesempatan hadir pun harus selalu menjaga spirit untuk memperjuangkan agama Islam. Aku pun kalau ada kesempatan insyallah ingin juga menghadiri acara reuni 212 ini yang sebenarnya begitu banyak manfaatnya karena bisa bersilaturahmi dengan saudara saudara kita dari seluruh wilayah Indonesia yang ikut serta hadir di acara reuni 212 juga bisa mendengarkan ceramah ceramah dari beberapa ulama agar kita juga bisa menambah ilmu juga ya kan hehe.

 Di 'Boncengi' Politik??



Nah guys tapi sekarang aku juga bakal bahas reuni 212 dari sudut pandang yang lain yang sebenarnya juga sudah menjadi berita dari berbagai media mengenai isu kalau reuni 212 sudah diboncengi politik. 
Tapi menurut beberapa sumber pun menyebutkan kalau Presiden Jokowi pun memang sebelumnya sudah diundang tetapi disaat yang bersamaan Presiden Jokowi justru sedang ada kegiatan kepresidenan lain atau sedang melakukan kunjungan kerja. Tetapi menurut versi lain, panitia sebenarnya memang awalnya bakal mengundang Presiden Jokowi ke acara reuni 212 tetapi karena mayoritas yang hadir disini merupakan massa pendukung kubu Prabowo sehingga takutnya apabila Jokowi diundang justru malah menyakiti hati peserta atau membuat suasana menjadi keruh.

Tapi saat aku lihat dari berita berita yang ada di TV maupun berita media online mayoritas peserta reuni 212 menyerukan "2019 ganti presiden" dan menyerukan angka 2 serta nama Prabowo di saat acara reuni 212 berlangsung apalagi saat Prabowo naik ke panggung.  Aku di sini tidak menyalahkan peserta yang hadir di reuni 212 tetapi gimana ya,bukannya mau su'udzon juga tetapi fakta fakta memperlihatkan kalau yang hadir di sana hanya ada elit elit politik dari kubu Prabowo serta relawan relawan kubu Prabowo. Bahkan diputarkan juga video dari Habieb Rizieq yang mengatakan "jangan pilih presiden dari penista agama karena itu haram" 

Bicara aksi 212 memang tidak lepas dari kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyatakan kalau kutipan dari salah satu ayat Al Quran surah Al Maidah itu bohong dan tidak usah dipercaya yang memang itu menyinggung perasaan seluruh umat muslim dan membuat aksi agar Ahok segera di proses secara hukum karena dianggap telah menistakan agama sehingga pada akhirnya secara hukum Ahok pun resmi ditahan sebagai tersangka. Tetapi banyak juga yang mengungkapkan bahwa Ahok tidak bersalah. Tetapi aku mengerti kenapa banyak orang khususnya umat muslim merasa tersinggung Karena pernyataan Ahok ini menyangkut agama dan agama merupakan bahasan yang sangat sensitif.

Tapi kalau menurutku sih bukannya aku su'udzon tapi acara reuni 212 itu memang diboncengi oleh kepentingan politik. Acara 212 yang pertama memang terfokuskan aksi protes yang dilakukan oleh umat Muslim yang merasa tersinggung oleh pernyataan Ahok yang menistakan agama islam,nah diposisi ini lah yang dimanfaatkan oleh kubu lawan politik bisa masuk dalam situasi ini. Tapi memang banyak juga umat Muslim  yang memang murni ingin memperjuangkan agama Islam yang merasa tersinggung dan sakit hati atas pernyataan Ahok tersebut. 

Apalagi sekarang Indonesia memang berada di musim usim politik karena akan adanya kontestasi pemilihan legislatif & pemilihan presiden yang bakal diselenggarakan 17 April  2019.  Di musim politik seperti ini memang menjadi kesempatan untuk tim tim sukses atau relawan relawan dari berbagai kubu untuk masuk ke dalam celah keramaian agar bisa mengkampanyekan calon nya melalui berbagai cara. Mau tidak mau memang acara reuni 212 ini tampaknya diboncengi oleh keperluan politik salah satu kubu. Menurutku kalau memang acara reuni 212 tidak diboncengi politik seharusnya Presiden Jokowi pun ikut hadir agar terlihat seimbang,kalaupun Jokowi nya berhalangan hadir kan masih bisa mengundang KH. Ma'aruf Amin sebagai cawapres no. urut. 01 selaku ulama juga atau wapres Jusuf Kalla atau minimal elit elit politik dari kubu Jokowi lah minimal ada yang hadir di acara reuni 212 tersebut. 


Apabila agama memang dijadikan sebagai alat politik demi kekuasaan itu haram sekali hukumnya menurut para ulama bahkan guru ngaji saya pun berkata seperti itu. Tetapi kalau agama mengawal situasi politik itu diperbolehkan dan memang diharuskan agar kegiatan politik bisa terkontrol oleh agama sehingga tidak seenak jidat dalam menjalani politik disamping memang sudah ada aturannya dalam UUD maupun UU. Disini peran agama sebagai pengawal dalam berurusan politik artinya agama bisa dijadikan sebagai moral kita dalam berpolitik. Jadi dalam berpolitik kan kita jadi takut berbohong,korupsi,syirik,&dengki karena itu perbuatan dosa. Karena memang agama & politik harus senantiasa berdampingan,tetapi kalau di Indonesia kita bawa - bawa agama harus selalu berdampingan dengan politik justru membuat kita berstatement negatif karena sudah banyak kasus kasus pelanggaran hukum di dunia politik yang membawa agama dalam masalahnya seperti contoh kasus 2011 yang menyeret menteri Agama Suryadarma Ali menjadi tersangka kasus korupsi dana haji dan sebagainya. Yang membuat banyak masyarakat menjadi berstatement negatif apabila agama harus selalu berdampingan dengan politik untuk bertujuan kegiatan berpolitik. 

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya kalau memang aksi reuni 212 ini bertujuan baik yasudah baik aja. Aku juga tidak menyalahkan peserta yang hadir di reuni 212 tersebut,tetapi aku takut kepada yang ada di atas panggung untuk memanfaatkan situasi seperti ini untuk kepentingan politik dari salah satu kubu tersebut dan seharusnya tidak usah ada seruan kata kata provokatif yang bertujuan untuk menjatuhkan atau menaikkan integritas suatu kubu.  Kalau memang salah satu kubu terbukti menjadikan agama sebagai alat politik,toh nanti juga bakal ada akibat & balasannya juga dari Allah. 
Siapa yang bakal jadi presiden terpilih nanti yang penting menjadi presiden yang amanat dan bisa menjalankan amanat dari masyarakat Indonesia dengan baik. Saranku juga sih kalau kalian sudah punya pilhan calon  untuk pilpres nanti jangan terlalu fanatis deh nanti malah jatuhnya musyrik,sirik,& dengki. Siapapun yang terpilih jadi presiden nanti memang sudah takdir Allah. 

Menurutku acara reuni 212 tidak masalah untuk dijadikan acara rutin tahunan asalkan mempunyai tujuan yang baik dan tidak diboncengi oleh politik. Buat kalian para pemilih muda,jadilah pemilih yang cerdas jangan sampai diadu domba oleh isu isu politik yang berkembang jelang kontestasi pilpres & pileg tahun depan. Sekian ya blog ku kali ini,mohon maaf bila ada tulisan blogku yang salah. Terimakasih sudah membaca blog ku kali ini,dan diharapkan kita agar lebih cerdas dan membuka hati,nurani,&pikiran kita terhadap masalah yang ada di sekitar kita. See you guys, and byeeeee 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Khas Cimahi

Perkenalan

Gamelan Degung