Riset Twitter

Ada Apa dengan Akun Twitter @ardhitoprmn?? 

Akun Twitter di atas memang milik musisi jaz tanah air, Ardhito Pramono yang cuitannya kembali viral



Ardhito Rifqi Pramono atau yang lebih dikenal Ardhito Pramono atau Dhito merupakan salah satu penyanyi dan musisi ternama tanah air yang beraliran jaz. Ardhito memiliki karisma dan aura yang selalu membuat para kaum hawa histeris bila melihatnya secara langsung saat sedang tampil di panggung dengan pembawaannya yang khas dan banyak juga dijadikan 'fantasi' oleh para kaum hawa karena ketampanan dan karisma yang dimilikinya,dan membuat para kaum pria pun seolah tersaingi dengan aura dan ketampanan yang dimilikinya karena bisa membuat kaum hawa luluh di hadapannya. Ardhito juga makin dikenal lewat perannya di film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (NKCTHI) sebagai Kale. Namun tidak lama ini, cuitan lamanya di Twitter pada tahun 2010 kembali viral karena dianggap rasis kepada orang - orang yang memiliki orientasi seksual sebagai "gay" atau homo dan Ardhito pun seolah dianggap homofobia oleh para komunitas dan membuat Ardhito Pramono pun trending di Twitter. 


Gambar di atas merupakan cuitan - cuitan dari Ardhito Pramono pada tahun 2010 - 2013 yang saat itu dia berusia 14 tahun. Saat itu memang dirinya mengalami hal yang membuat dia merasakan rasa traumatik. Kejadiannya terjadi di Sydney, Australia pada saat dia melakukan kegiatan studi di sana. Saat disana, Ardhito tinggal bersama neneknya. Setelah mendapat kejadian yang tidak mengenakan tersebut, Ardhito langsung membuat cuitan seperti gambar di atas, dengan kepolosannya dia di usia 14 tahun Ardhito pun langsung mencuitkan perasaannya tanpa pikir panjang tetapi ada juga beberapa cuitannya merupakan hasil kejahilan teman - temannya pada saat itu dan menganggap cuitan tersebut hanya sekedar lucu - lucuan saja. Dan membuat Ardhito pada akhirnya melakukan permohonan maaf. 

Ternyata alasan dia melakukan cuitan twitter tersebut karena dia memang tidak diberikan ruang untuk berbicara karena pada saat sekolah, dirinya sering merasakan bullying oleh orang - orang dan teman - temannya. Dan akhirnya dia menjadikan twitter menjadi sarana atau media ruang bebas baginya untuk meluapkan seluruh emosi dan pikirannya. Ternyata dibalik trendingnya Ardhito Pramono di Twitter karena ada salah satu akun yang meretweet dan meng screen capture cuitan - cuitan Ardhito Pramono yang membuatnya viral. Kaget juga sampai ada yang niat untuk kembali stalking akun seseorang yang cuitannya diunggah 7-10 tahun lalu. 

Awalnya, mengapa Dhito bisa membuat cuitan twitter seperti itu karena pada usia 14 tahun tersebut, dia mendapatkan "sexual heareshment in public" saat berada di Australia. Saat kejadian, Dhito sedang berada di kereta dan kebetulan ada juga salah seorang bapak - bapak di kereta tersebut. Awalnya saat Dhito berpegangan pada gantungan yang ada di gerbong kereta, tiba - tiba bapak - bapak itu pun ikut langsung memegang tangan Dhito dan melihatnya sambil menjulurkan lidah dan mengangkat salah satu alisnya dan membuat Dhito pun merasa sangat dilecehkan.  Dan akhirnya Dhito pun melakukan cuitan mengenai kejadian tersebut dan menganggap bila dia bercerita pasti tidak akan dianggap dan tak ada yang peduli dengan keadaan Dhito pada saat itu. 

Namun sekarang Dhito pun sadar bahwa cuitan di Twitter nya itu memang sangat menyinggung beberapa kaum "gay" dan bisa dikatakan tidak pantas pada zaman sekarang bila melakukan cuitan seperti itu, saat itu Dhito sadar bahwa cuitannya itu memang 'goblok' dan tidak akan ada yang melihat cuitannya itu sehingga membuat dia cuek saja mencuit hal tersebut, namanya juga anak sekolah wajar jika mencuit seperti itu tanpa berpikir panjang apalagi anak yang merupakan korban bully seperti dia karena menganggap tidak ada yang peduli dengan dirinya. Namun pada saat ini Dhito pun mengungkapkan kalau dia tidak ada masalah apapun dengan kaum "gay" atau dengan teman - temannya yang merupakan "gay couple", namun dengan adanya teman - teman dia yang "gay" tidak membuat dirinya menjadi seorang "gay" . Dia menganggap bahwa dia terbuka dengan isu - isu LGBT yang terjadi dan membuat situasi tersebut bisa menjadi ajang untuk mengekspresikan diri dan membuatnya menjadi semakin terbuka pola pikirnya.
Ardhito pun merasa bahwa saat usia 14 tahun dia belum mengetahui tatakrama bersosial media dan masih kurangnya pemahaman mengenai literasi itu apa. 

Jadi itulah yang terjadi sebenarnya dengan Akun Twitter @ardhitoprmn milik Ardhito Pramono. Banyak pelajaran juga yang bisa kita ambil dari cerita cuitan dan Twitter dari Dhito. Untuk itu saat ini kita harus berhati - hati saat menggunakan sosial media dan harus lebih bijak lagi dalam penggunaannya karena di zaman sekarang apabila seseorang membuat suatu kesalahan maka akan mudah untuk menyerang dan menjatuhkannya. Kita juga harus paham mengenai tentang literasi media dan beretika dalam menggunakan sosial media. 

Berikut ini adalah video klasifikasi dari Ardhito Pramono 


Tugas Opini Publik









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Khas Cimahi

Perkenalan

Gamelan Degung